HIKMAH MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Seperti tahun-tahun sebelumnya Perayaan Maulid berlangsung di bebarapa tempat, ada yang berlangsung sangat meriah namun ada pula yang berlangsung sederhana.

Perayaan Maulid dibeberapa daerah sudah menjadi tradisi, bahkan ada yang mengarah ke praktik syirik dengan mengadakan sesajian, berkurban untuk alam, laut misalkan, pemubadziran makanan atau harta, ikhtilath atau campur baur laki-laki dan perempuan, praktek yang mengancam jiwa dengan berdesak-desakan atau rebutan makanan, dan lainnya yang bertentangan dengan syari’at.

Dibalik semua perayaan yang berlangsung tersebut ada hal yang paling penting kita maknai, agar perayaan itu bukan sekedar seremonial belaka.

Peringatan maulid itu dalam rangka mengingat kembali sejarah kehidupan Rasulullah saw., mengingat kepribadian beliau yang agung, mengingat misinya yang universal dan abadi, misi yang Allah swt. tegaskan sebagai rahmatan lil’alamin.

Syaikh Dr. Yusuf Al Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Internasional, mengungkapkan dalam situs beliau:“Ketika kita berbicara tentang peristiwa maulid ini, kita sedang mengingatkan umat akan nikmat pemberian yang sangat besar, nikmat keberlangsungan risalah, nikmat kelanjutan kenabian. Dan berbicara atau membicarakan nikmat sangatlah dianjurkan oleh syariat dan sangat dibutuhkan.”

Kenyataan saat ini telah membuktikan, bahwa disebabkan belum bersungguh-sungguhnya kita dalam meneladani Rasulullah SAW dalam mengarungi perjuangan hidup, maka kehidupan kaum muslimin saat ini cenderung terperosok menjadi ummat terbelakang, dibandingkan dengan ummat-ummat lain di hampir semua bidang kehidupan.

Oleh karena itu, jika kondisi kehidupan kita ingin berubah, maka yang harus kita lakukan adalah mau dan berani merubah kebiasaan hidup kita ini.

Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah segala sesuatu yang ada pada diri mereka sendiri” (QS.23. Ar-Ra’du : 11).

Imam Ibnu ‘Atho’illah dalam kitab Al-Hikam menyatakan :“Bagaimana mungkin keadaanmu akan berubah menjadi luar biasa, sedangkan kamu belum mau merubah kebiasaan-kebiasaaan hidupmu”.

Kebiasaan mengabaikan teladan Rasulullah SAW dalam kehidupan kita sehari-hari ternyata membawa kita kepada kemunduran derajat hidup, maka jika ingin berubah menjadi ummat yang maju dan bermartabat, kita harus merubah kebiasaan kita.

Kita harus tinggalkan sikap menyepelekan dan mengabaikan uswahtul hasanah Rasulullah SAW. Kita harus bersungguh-sungguh dan lebih bersungguh-sungguh lagi dalam mengenal dan mengikuti teladan Rosulullah SAW dalam hidup ini.

Kesungguhan kita dalam mengikuti teladan Rasulullah SAW secara utuh dalam mengarungi perjuangan hidup ini adalah kunci menuju kehidupan ummat yang lebih maju dan bertartabat di masa yang akan datang.

 

Imam Ibnu Atho’illah menyatakan : “Janganlah kamu membanggakan warid yang belum kamu ketahui buahnya. Sesungguhnya yang dimaksudkan dengan adanya awan itu bukanlah hujan. Sesungguhnya yang dimaksudkan dengan adanya awan adalah wujudnya buah-buah pepohonan”.

Al-Hamdulillah jika kita dapat menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan meriah. Namun hendaknya jangan terlalu bangga dahulu. Sebab terselenggaranya acara itu baru ibarat awan. Meriahnya suasana baru laksana hujan. Bagaimana dengan buahnya ?. Sudah wujudkah ?.

Buahnya adalah “Mutiara hikmah dan perubahan”. Perubahan menjadi lebih baik. Lebih utuh dan lebih bersungguh-sungguh dalam meneladani Rosulullah SAW dalam seluruh sisi kehidupan kita. Kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan dunia.

Rasullah SAW adalah rahmat bagi semesta alam, kebaikan dan keberkahannya tidak hanya didapatkan oleh orang-orang yang semasanya dan tidak pula berakhir dengan wafatnya.

Kepada Nabi Muhammad SAW, Allah SWT berfirman, ” dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) kententraman jiwa bagi mereka. Allah Maha mendengar, maha mengetahui.” (Qs. At-Taubah: 103).

Allahumma inni atawajjahu ilaika binabiyyika nabiyyirrahmati Muhammadin shallallahu `alaihi wa alihi. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan (perantaraan) Nabi-Mu, nabi pembawa rahmat, Nabi Muhammad, shalawat atasnya dan atas keluarganya.

Rahasia Sholat Pernah Diungkap Rosulullah SAW

Para pembesar Yahudi melakukan pertemuan. Dalam pertemuan yang juga dihadiri kalangan pendeta Yahudi, mereka membahas langkah baru guna menghadapi ajaran Rasulullah Saw. Mereka ingin mempertanyakan kebenaran agama Islam dan menghalangi cahaya dahsyat yang memancar dari agama ilahi tersebut. Pertemuan pun digelar dan dihadiri ulama Yahudi yang paling alim saat itu. Berbagai usulan pun disampaikan dalam pertemuan tersebut. Usulan terbaik dalam pertemuan itu adalah menguji Rasulullah Saw di depan umum melalui berbagai pertanyaan pelik. Dengan cara itu, mereka berupaya menjatuhkan sosok Rasulullah Saw di depan umum. Berdasarkan usulan tersebut, sekelompok ulama Yahudi pergi ke masjid dan mohon kepada Rasulullah Saw supaya menjawab pertanyaan-pertanyaannya di depan umum. Mendengar permohonan mereka, Rasulullah Saw menyambutnya dengan baik. Rasulullah pun menjawab satu persatu pertanyaan yang dilontarkan ulama Yahudi. Mereka pun terperangah mendengar jawaban Rasulullah Saw. Seorang pembesar Yahudi berpikir akan mengalahkan Rasulullah Saw dengan pernyataan terakhir. Ia bertanya, “Mengapa Allah Swt mewajibkan shalat lima waktu dalam sehari semalam? Mengapa tidak kurang dan tidak lebih dari jumlah tersebut? Rasulullah Saw dengan wajah sucinya yang menampakkan kerinduan kepada Allah Swt, menjawab, “Saat waktu Dzuhur tiba, segala sesuatu berada di bawah singgasana (Arsy) Allah Swt, yang semuanya bertasbih memuji Allah Swt. Untuk itu, Allah Swt mewajibkan shalat Dzuhur kepadaku dan ummatku, khusus waktu itu.” Beliau bersabda, “Dirikanlah shalat dari tergelincirnya matahari hingga menjelang gelap malam.” Adapun shalat Ashar bertepatan dengan waktu saat Nabi Adam as memakan buah yang dilarang oleh Allah Swt. Akibat perbuatan itu, Nabi Adam as dikeluarkan dari surga. Untuk itu, Allah Swt mewajibkan shalat Ashar kepada keturunan Adam as dan ummatku. Sholat ini adalah shalat yang paling dicintai di sisi Allah Swt. Mengenai shalat Maghrib, Rasulullah Saw bersabda, Allah Swt menerima taubat Nabi Adam setelah bertahun-tahun, dan memerintahkannya untuk mengerjakan shalat tiga rakaat. Allah Swt mewajibkan shalat Maghrib kepada ummatku, karena saat itulah doa-doa hamba-Nya akan dikabulkan. Allah Swt dalam surat Ar Ruum ayat 17 berfirman, “Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh.” Setelah itu, Rasulullah berbicara mengenai shalat Isya dan bersabda, di alam kubur dan hari kiamat diliputi kegelapan yang menakutkan yang hanya dapat diterangi dengan cahaya shalat Isya. Alllah Swt berfirman, tidak ada langkah untuk mengerjakan sholat Isya melainkan Allah Swt menjauhkan tubuh orang yang melakukan sholat tersebut dari api neraka.” Adapun mengenai shalat Shubuh, para penyembah matahari melakukan ritual yang diyakini sebagai ibadah, saat matahari terbit. Untuk itu, Allah Swt memerintahkan mukminin beribadah mengerjakan sholat Shubuh sebelum orang-orang kafir bersujud menyembah matahari. Penjelasan tersebut merupakan bagian dari rahasia shalat lima waktu yang disampaikan Rasulullah Saw di depan pembesar Yahudi. Mendengar penjelasan Rasulullah Saw, para pembesar Yahudi terkesima dan bungkam seribu bahasa. Para pembesar dan ulama Yahudi saat itu tidak mempunyai alasan lain untuk mengingkari ajaran ilahi yang diemban oleh Rasulullah Saw. Orang-orang Yahudi pun segera meninggalkan masjid, tempat mereka menguji Rasulullah Saw.

Dari Nikah Sampai Wahyu Pertama Rosulullah saw

Rumah Tangga Rasulullah Saw

 

DENGAN duapuluh ekor unta muda sebagai mas kawin Muhammad melangsungkan perkawinannya itu dengan Khadijah. Ia pindah ke rumah Khadijah dalam memulai hidup barunya itu, hidup suami-isteri dan ibu-bapa, saling mencintai cinta sebagai pemuda berumur duapuluh lima tahun. Ia tidak mengenal nafsu muda yang tak terkendalikan, juga ia tidak mengenal cinta buta yang dimulai seolah nyala api yang melonjak-lonjak untuk kemudian padam kembali. Dari perkawinannya itu ia beroleh beberapa orang anak, laki-laki dan perempuan. Kematian kedua anaknya, al-Qasim dan Abdullah at-Tahir at-Tayyib telah menimbulkan rasa duka yang dalam sekali. Anak-anak yang masih hidup semua perempuan. Alangkah besarnya pengaruh yang terjalin dalam hidup kasih-sayang antara dia dengan Khadijah sebagai isteri yang sungguh setia itu. Pergaulan Muhammad dengan penduduk Mekah tidak terputus, juga partisipasinya dalam kehidupan masyarakat hari-hari.

 

Selama itu Muhammad tetap bergaul dengan penduduk Mekah dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Ia menemukan dalam diri Khadijah teladan wanita terbaik; wanita yang subur dan penuh kasih, menyerahkan seluruh dirinya kepadanya, dan telah melahirkan anak-anak laki-laki: al-Qasim dan Abdullah yang dijuluki at-Tahir dan at-Tayyib, serta puteri-puteri: Zainab, Ruqayya, Umm Kulthum dan Fatimah. Tentang al-Qasim dan Abdullah tidak banyak yang diketahui, kecuali disebutkan bahwa mereka mati kecil pada zaman Jahiliah dan tak ada meninggalkan sesuatu yang patut dicatat. Tetapi yang pasti kematian itu meninggalkan bekas yang dalam pada orangtua mereka. Demikian juga pada diri Khadijah terasa sangat memedihkan hatinya.

 

Kepada anak-anaknya yang perempuan juga Muhammad memberikan perhatian. Setelah dewasa, Zainab yang sulung dikawinkan dengan Abu’l-’Ash bin’r-Rabi’ b.’Abd Syams – ibunya masih bersaudara dengan Khadijah – seorang pemuda yang dihargai masyarakat karena kejujuran dan suksesnya dalam dunia perdagangan. Perkawinan ini serasi juga, sekalipun kemudian sesudah datangnya Islam – ketika Zainab akan hijrah dan Mekah ke Medinah – mereka terpisah. Ruqayya dan Umm Kulthum dikawinkan dengan ‘Utba dan ‘Utaiba anak-anak Abu Lahab, pamannya. Kedua isteri ini sesudah Islam terpisah dari suami mereka, karena Abu Lahab menyuruh kedua anaknya itu menceraikan isteri mereka, yang kemudian berturut-turut menjadi isteri Usman. Ketika itu Fatimah masih kecil dan perkawinannya dengan Ali baru sesudah datangnya Islam.

 

Pembangunan Ka’bah

 

Ketika Muhammad Saw berusia tigapuluh lima tahun menurut catatan Ibn Ishaq, pada waktu itu masyarakat sedang sibuk karena bencana banjir besar yang turun dari gunung, pernah menimpa dan meretakkan dinding-dinding Ka’bah yang memang sudah rapuk. Penduduk Mekah kemudian membangun Ka’bah kembali. Sudut-sudut Ka’bah itu oleh Quraisy dibagi empat bagian tiap kabilah mendapat satu sudut yang harus dirombak dan dibangun kembali. Mereka ramai-ramai merombaknya dan memindahkan batu-batu yang ada. Dan Muhammad ikut pula membawa batu itu. Setelah mereka berusaha membongkar batu hijau yang terdapat di situ dengan pacul tidak berhasil, dibiarkannya batu itu sebagai fondasi bangunan. Dan gunung-gunung sekitar tempat itu sekarang orang-orang Quraisy mulai mengangkuti batu-batu granit berwarna biru, dan pembangunanpun segera dimulai. Sesudah bangunan itu setinggi orang berdiri dan tiba saatnya meletakkan Hajar Aswad yang disucikan di tempatnya semula di sudut timur, maka timbullah perselisihan di kalangan Quraisy, siapa yang seharusnya mendapat kehormatan meletakkan batu itu di tempatnya.

 

Demikian memuncaknya perselisihan itu sehingga hampir saja timbul perang saudara karenanya. Keadaan mereda setelah Abu Umayya bin’l-Mughira dari Banu Makhzum, orang yang tertua di antara mereka, dihormati dan dipatuhi, berkata kepada mereka: “Serahkanlah putusan kamu ini di tangan orang yang pertama sekali memasuki pintu Shafa ini.” Tatkala mereka melihat Muhammad adalah orang pertama memasuki tempat itu, mereka berseru: “Ini al-Amin; kami dapat menerima keputusannya.” Lalu mereka menceritakan peristiwa itu kepadanya. Iapun mendengarkan dan sudah melihat di mata mereka betapa berkobarnya api permusuhan itu. Ia berpikir sebentar, lalu katanya: “Kemarikan sehelai kain,” katanya. Setelah kain dibawakan dihamparkannya dan diambilnya batu itu lalu diletakkannya dengan tangannya sendiri, kemudian katanya; “Hendaknya setiap ketua kabilah memegang ujung kain ini.” Mereka bersama-sama membawa kain tersebut ke tempat batu itu akan diletakkan. Lalu Muhammad mengeluarkan batu itu dari kain dan meletakkannya di tempatnya. Dengan demikian perselisihan itu berakhir dan bencana dapat dihindarkan.

 

Ka’bah dibangun sampai setinggi delapanbelas hasta (± 11 meter), dan ditinggikan dari tanah sedemikian rupa, sehingga mereka dapat menyuruh atau melarang orang masuk. Di dalam itu mereka membuat enam batang tiang dalam dua deretan dan di sudut barat sebelah dalam dipasang sebuah tangga naik sampai ke teras di atas lalu meletakkan Hubal (berhala mereka) di dalam Ka’bah. Juga di tempat itu diletakkan barang-barang berharga lainnya, yang sebelum dibangun dan diberi beratap menjadi sasaran pencurian.

 

Wahyu Pertama

 

Sudah menjadi kebiasaan orang-orang Arab masa itu bahwa golongan berpikir mereka selama beberapa waktu tiap tahun menjauhkan diri dari keramaian orang, berkhalwat dan mendekatkan diri kepada tuhan-tuhan mereka dengan bertapa dan berdoa, mengharapkan diberi rejeki dan pengetahuan. Pengasingan untuk beribadat semacam ini mereka namakan tahannuf dan tahannuth. Demikian juga halnya dengan Muhammad Saw. Ia mengasingkan diri guna mendalami pikiran dan renungan yang berkecamuk dalam dirinya. Ia mendapatkan ketenangan dalam din-nya serta obat penawar hasrat hati yang ingin menyendiri, ingin mencari jalan memenuhi kerinduannya yang selalu makin besar, ingin mencapai ma’rifat serta mengetahui rahasia alam semesta. Di puncak Gunung Hira, – sebelah utara Mekah -terletak sebuah gua yang baik sekali buat tempat menyendiri dan tahannuth. Sepanjang bulan Ramadan tiap tahun ia pergi ke sana dan berdiam di tempat itu, cukup hanya dengan bekal sedikit yang dibawanya. Ia tekun dalam renungan dan ibadat, jauh dari segala kesibukan hidup dan keributan manusia.

 

Bilamana bulan Ramadan sudah berlalu dan ia kembali kepada Khadijah, pengaruh pikiran yang masih membekas padanya membuat Khadijah menanyakannya selalu, karena diapun ingin lega hatinya bila sudah diketahuinya ia dalam keadaan baik-baik saja. Bila telah tiba pula bulan Ramadan tahun berikutnya, ia pergi ke Hira’, sehingga sedikit demi sedikit ia bertambah matang, jiwanyapun semakin penuh.

 

Ketika Nabiyullah Saw berusia empat puluh tahun, tatkala ia berada dalam gua itu, datang malaikat membawa sehelai lembaran seraya berkata kepadanya: “Bacalah!” Dengan terkejut Muhammad menjawab: “Saya tak dapat membaca”. Ia merasa seolah malaikat itu mencekiknya, kemudian dilepaskan lagi seraya katanya lagi: “Bacalah!” Masih dalam ketakutan akan dicekik lagi Muhammad menjawab: “Apa yang akan saya baca.” Seterusnya malaikat itu berkata:

 

“Bacalah! Dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah. Dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan Pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya …” (Qur’an 96:1-5)

 

Lalu ia mengucapkan bacaan itu. Malaikatpun pergi, setelah kata-kata itu terpateri dalam kalbunya. Nabi Saw sendiri kemudian ketakutan, sambil bertanya-tanya kepada dirinya: Gerangan apakah yang dilihatnya?! Ataukah kesurupan yang ditakutinya itu kini telah menimpanya?! Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, tapi tak melihat apa-apa.

 

Kuatir akan apa yang terjadi dalam gua itu, ia lari dari tempat itu. Semuanya serba membingungkan. Tak dapat ia menafsirkan apa yang telah dilihatnya itu. Cepat-cepat ia pergi menyusuri celah-celah gunung, sambil bertanya-tanya dalam hatinya: siapa gerangan yang menyuruhnya membaca itu?! Ia memasuki pegunungan itu masih dalam ketakutan, masih bertanya-tanya. Tiba-tiba ia mendengar ada suara memanggilnya. Dahsyat sekali terasa. Ia melihat ke permukaan langit. Tiba-tiba yang terlihat adalah malaikat dalam bentuk manusia. Dialah yang memanggilnya. Ia makin ketakutan sehingga tertegun ia di tempatnya. Ia memalingkan muka dari yang dilihatnya itu. Tetapi dia masih juga melihatnya di seluruh ufuk langit. Sebentar melangkah maju ia, sebentar mundur, tapi rupa malaikat yang sangat indah itu tidak juga lalu dari depannya. Seketika lamanya ia dalam keadaan demikian.

 

Setelah rupa malaikat itu menghilang Muhammad pulang sudah berisi wahyu yang disampaikan kepadanya. Jantungnya berdenyut, hatinya berdebar-debar ketakutan. Sesampainya di rumah, dijumpainya Khadijah sambil ia berkata: “Selimuti aku!” Ia segera diselimuti. Tubuhnya menggigil seperti dalam demam. Setelah rasa ketakutan itu berangsur reda dipandangnya isterinya dengan pandangan mata ingin mendapat kekuatan. “Khadijah, kenapa aku?” katanya. Kemudian diceritakannya apa yang telah dilihatnya, dan dinyatakannya rasa kekuatirannya akan teperdaya oleh kata hatinya atau akan jadi seperti juru nujum saja. Khadijah yang penuh rasa kasih-sayang, adalah tempat ia melimpahkan rasa damai dan tenteram kedalam hati yang besar itu, hati yang sedang dalam kekuatiran dan dalam gelisah. Khadijah berusaha untuk membesarkan menghibur hati Muhammad Saw hingga ia merasa tenang kembali.

Keteladanan Nabi Ibrahim As dan Nabi Isma’il As

Posted on Maret 17, 2008 by E-Center Istiqlal

( Intisari khutbah Jum’at tanggal, 31 Desember 2006 M)
oleh : Prof. Dr. Nazaruddin Umar

Salah satu dimensi kebesaran Nabi Ibrahim ialah besarnya pengorbanan yang ditunjukkan kepada Allah melalui ketulusannya dalam mengorbankan putra kesayangannya. Nabi Isma’il lahir setelah melalui penantian yang cukup panjang dari keluarga ini.Kisah keluarga Nabi Ibrahim sarat akan pesan-pesan moral. Nabi Ibrahim adalah simbol bagi manusia yang rela mengorbankan apa saja demi mencapai keridhaan Tuhan, rela menyembelih anaknya, bahkan rela mengorbankan diri dalam kobaran api.

Setiap orang mempunyai kelemahan terhadap sesuatu yang dicintainya. Kelemahan Ibrahim terletak pada anak kesayangannya yang sudah lama didambakannya, dan dari sini pula kembali diuji Tuhan berupa godaan setan, tetapi Nabi Ibrahim lulus dari ujian itu. Ia secara tulus dan ikhlas mau mengorbankan putra kesayangannya.Nabi Isma’il adalah simbol bagi sesuatu yang paling dicintai dan sekaligus berpotensi melemahkan dan menggoyahkan iman, simbol bagi sesuatu yang dapat membuat kita enggan menerima tanggung jawab.

Simbol bagi sesuatu yang dapat mengajak kita untuk berpikir subyektif dan berpendirian egois. Tegasnya, simbol bagi segala sesuatu yang dapat menyesatkan kita.Mari kita mengintrospeksi dan mengukur diri kita masing-masing. Seandainya kita adalah figur “Ibrahim”, sudahkah kita memperoleh iman setangguh beliau? Sudahkah kita menunjukkan pengorbanan yang optimal ke jalan-jalan yang diridhai Tuhan?

Jika kita misalnya berada di puncak karir, sudah relakah kita mengorbankan segalanya demi mempertahankan prinsip-prinsip ajaran yang dianut?“Nabi Isma’il” simbol bagi sesuatu yang amat kita cintai, sudah barang tentu kita semua memiliki sesuatu yang dicintai. Boleh jadi “Isma’il-Isma’il” kita berbentuk harta kekayaan, semisal kendaraan baru, rumah mewah, jabatan penting, deposito, atau kekayaan lainnya. Apakah kita sudah rela mengorbankannya untuk mencapai tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu mencapai ridha Tuhan?

Jika kita sebagai suami, sudah sanggupkah kita meniru ketangguhan iman Nabi Ibrahim, mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya, demi mengamalkan perintah Tuhan? Jika kita sebagai istri, sudah sanggupkah kita meniru ketabahan dan ketaatan Hajar, merelakan suaminya menjalankan perintah Tuhan dan menghargai jiwa besar anaknya? Jika kita sebagai anak, sudahkah kita memiliki idealisme yang tangguh setangguh Nabi Isma’il yang rela menjadi korban untuk suatu tujuan mulia?

Kisah-kisah yang ditampilkan Al-Qur’an sangat patut menjadi pembelajaran buat kita semua. Nabi Ibrahim melahirkan anak paling sejati dalam Al-Qur’an (Q.S. 37. al-Shaffat : 102). Ia bukan hanya anak biologis, melainkan sekaligus anak spiritual. Bandingkan dengan putra Nabi Nuh, meskipun ia seorang putra biologis Nabi, tetapi ia menjadi pembangkang dan kufur. Itulah sebabnya ia dicap hanya sebagai anak biologis, tetapi bukan anak spiritual ayahnya (Q.S.11. Hud : 46).

Fir’aun adalah sosok manusia paling angkuh yang tersebut dalam al-Qur’an, tetapi isterinya mendapatkan pujian sebagai isteri salehah yang beriman (Q.S. 66 At-Tahrim : 11). Bandingkan dengan istri paling pengkhianat dalam Al-Qur’an ternyata istri Nabi Luth dan Nabi Nuh (Q.S. 66 At-Tahrim : 10). Ini merupakan pelajaran penting buat kita bahwa kehebatan atau kelemahan sosok figur dalam keluarga bukan jaminan bagi keluarga lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Semoga anak keturunan kita tidak hanya menjadi anak keturunan biologis kita, tetapi sekaligus anak keturunan spiritual kita. Semoga istri/suami kita bukan hanya istri/suami biologis kita, melainkan sekaligus istri/suami spiritual kita.Hari raya Idul Adha ini juga momentum yang baik untuk mempersiapkan generasi milenium ketiga, suatu generasi yang betul-betul terpilih (the chosen people) atau umat pilihan (khairu ummah) menurut istilah Al-Qur’an (Q.S. 4 Ali Imran : 110).

Al-Qur’an memberikan warning bagi kita agar tidak meninggalkan generasi lemah dan tidak punya daya saing : وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا“

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka generasi yang lemah… “ (Q.S. An-Nisa : 9)Sebaliknya, Al-Qur’an memberikan dorongan untuk mempersiapkan generasi yang betul-betul professional, memiliki kemampuan kompetisi yang handal, generasi yang kuat dan terpercaya, sebagaimana dilukiskan dalam al-Qur’an : إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ اْلأَمِينُ“

….sesungguhnya generasi yang paling baik yang kamu pilih untuk bekerja ialah generasi yang kuat lagi dapat dipercaya” (Q.S. 28 Al-Qashash : 26)

Generasi al-qawiyy al-amin menurut ulama Tafsir ialah generasi yang sehat jasmani dan rohani, serta memiliki berbagai kecerdasan, keterampilan, dan keunggulan, di samping kejujuran dan amanah. Dengan demikian, generasi untuk milenium ketiga ialah generasi al-qawiyy al-amin, yakni generasi tangguh dan terpercaya.Prasyarat untuk mencapai umat ideal (khairu Ummah) ialah terbentuknya pribadi-pribadi utuh dan keluarga-keluarga tangguh sebagai cikal bakal warga umat.

Sulit membayangkan umat yang ideal tanpa pribadi utuh dan keluarga yang sakinah. Itulah sebabnya Al-Qur’an dan hadis lebih banyak berbicara tentang pembentukan pribadi dan keluarga, bukannya banyak berbicara tentang masyarakat dan negara.Keluarga sakinah sebagai cikal bakal umat dan warga bangsa yang ideal merupakan obsesi Al-Qur’an.

Keluarga sakinah hanya dapat diwujudkan melalui institusi perkawinan sah dan Allah SWT melarang keras perzinahan. Itulah sebabnya perkawinan dalam Islam, menurut Imam syafi’i, bukan sekedar kontrak sosial (‘aqd al tamlik), melainkan juga memiliki makna sakral (‘aqd al ‘ibadah). Institusi perkawinan menuntut berbagai syarat dan ketentuan agar rumah tangga yang terbentuk kelak melahirkan generasi-generasi pilihan. Keluarga dan rumah tangga yang normal dan utuh berpotensi melahirkan generasi yang tangguh, sebaliknya keluarga dan rumah tangga yang berantakan berpotensi melahirkan generasi yang lemah.

Wajarlah kiranya jika Rasulullah pernah mengingatkan bahwa, “Sesuatu yang halal tetapi paling dibenci Allah ialah perceraian” Perceraian adalah lambang kegagalan sebuah rumah tangga.

http://khutbahistiqlal.wordpress.com/2008/03/17/keteladanan-nabi-ibrahim-as-dan-nabi-isma%e2%80%99il-as-dalam-melaksanakan-perintah-allah-swt/

TAQWA KEPADA ALLAH

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا, مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ,
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا )
( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ )
( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا )
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
Jama’ah shalat Jum’at yang kami hormati,
Sesungguhnya kenikmatan Allah kepada kita sangat banyak. Oleh karena itu, kita wajib bersyukur dengan sebenar-benarnya atas semua kenikmatan itu. Yaitu bersyukur dengan hati, lisan dan anggota badan.
Bersyukur dengan hati, yaitu dengan mengakui bahwa kenikmatan itu datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bersyukur dengan lisan, yaitu dengan memuji Allah dan menyebut-nyebut kenikmatan tersebut, jika tidak dikhawatirkan hasad. Dan bersyukur dengan anggota badan, yaitu menggunakan anggota badan kita ini untuk taat kepada-Nya, dengan bertakwa kepada-Nya secara sebenar-benarnya. Takwa ini merupakan perintah Allah kepada seluruh manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya, kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (Q.s. an Nisaa`: 1).
Keutamaan takwa sangat sering kita dengar, antara lain firman Allah,
وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا
Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (Q.s. ath Thalaq: 2).
Juga firman-Nya,
وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (Q.s. ath Thalaq: 4).
Dan firman-Nya,
وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا
Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menutupi kesalahan-kesalahannya, dan akan melipatgandakan pahala baginya. (Q.s. ath Thalaq: 5).
Kita berharap, semoga Allah membersihkan jiwa kita dan memberikan ketakwaan pada hati kita, yang ketakwaan itu muncul pada lisan dan perbuatan kita semua.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
أَمَّا بَعْدُ
Jama’ah Jum’at yang berbahagia,
Kami telah menyampaikan sebagian di antara keutamaan-keutamaan takwa, tidakkah kita ingin meraihnya? Kalau kita ingin meraihnya, maka kita harus mengetahui, apakah takwa itu, dan bagaimana jalan menempuhnya.
Takwa, secara bahasa artinya melindungi diri. Yaitu seseorang melakukan sesuatu untuk melindingi dirinya dari perkara yang dia takuti dan dia khawatirkan.
Adapun takwa hamba kepada Rabb-nya adalah, hamba itu melindungi dirinya dari kemurkaan dan siksa Allah. Yakni dengan cara beribadah, yaitu melaksanakan ketaatan kepada-Nya dan menjauhi kemaksiatan kepada-Nya.
Thalq bin Habib rahimahullah berkata,
اَلتَّقْوَى: أَنْ تَعْمَلَ بِطَاعَةِ اللهِ عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ , تَرْجُوْ رَحْمَةَ اللهِ , وَأَنْ تَتْرُكَ مَعْصِيَةَ اللهِ عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ , تَخَافُ عَذَابَ اللهِ
Taqwa adalah, engkau mengamalkan ketaatan kepada Allah, di atas cahaya dari Allah, engkau mengharapkan rahmat Allah. Engkau meninggalkan kemaksiatan kepada Allah, di atas cahaya dari Allah, engkau takut siksa Allah. (Majmu’atul Fatawa Ibnu Taimiyah, 4/105).
Perkataan Thalq bin Habib ini menjelaskan hakikat takwa. Bahwa di dalam takwa harus ada amal, iman, serta ikhlas; yang ketiga hal tersebut membutuhkan ilmu.
Pertama, tentang amal.
Amal adalah perbuatan. Yaitu dengan melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Amal akan diterima, jika mengikuti syariat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sudah pasti, seseorang tidak dapat mengetahui syariat Islam, kecuali dengan ilmu.
Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Pondasi takwa adalah, seorang hamba mengetahui apa yang (harus) dijaga, kemudian dia menjaga diri (darinya)”. (Jami’ul Ulum wal Hikam, 1/402).
Barangsiapa meninggalkan amal, maka dia akan menyesal. Allah berfirman,
وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لاَ يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلاَ يُخَفَّفُ عَنْهُم مِّنْ عَذَابِهَا كَذَلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ {36} وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّايَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِن نَّصِيرٍ
Dan orang-orang kafir, bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati, dan tidak (pula) diringankan dari mereka adzabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, “Ya Rabb kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal shalih berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan, maka rasakanlah (adzab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolongpun. (Q.s. Fathir: 36, 37).
Kedua, tentang iman.
Imam Ibnul Qayyim rahimahulalh menyatakan, “(Perkataan Thalq bin Habib) ‘di atas cahaya dari Allah’, (sebagai) isyarat kepada iman, yang merupakan sumber amalan, dan yang menjadi pendorongnya”. (Tuhfatul Ahbab, hlm. 10-11).
Seseorang yang melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, jika tanpa landasan iman, maka amalan itu tidak akan diterima oleh Allah. Dia berfirman,
وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْئَانُ مَآءً حَتَّى إِذَا جَآءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَ اللهَ عِندَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ وَاللهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ
Dan orang-orang yang kafir, amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu, dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amalnya dengan cukup, dan Allah sangat cepat perhitunganNya. (Q.s. an Nuur: 39).
Sebagaimana syarat amal adalah ilmu, maka demikian juga untuk mengetahui iman, juga diperlukan ilmu.
Ketiga, tentang ikhlas.
Perkataan Thalq bin Habib “mengharapkan rahmat Allah” ketika mengamalkan ketaatan, dan “takut siksa Allah” ketika meninggalkan kemaksiatan, merupakan isyarat terhadap ikhlas.
Kita mengetahui, bahwa amalan yang tidak ikhlas, juga akan ditolak oleh Allah.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ فَمَنْ عَمِلَ لِي عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ غَيْرِي فَأَنَا مِنْهُ بَرِيءٌ وَهُوَ لِلَّذِي أَشْرَكَ
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda, “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Aku dipersekutukan, padahal (Aku) tidak membutuhkan persekutuan. Barangsiapa beramal dengan amalan untuk-Ku, dia menyekutukan selain Aku di dalam amalan itu, maka Aku berlepas diri darinya, dan amalan itu untuk yang telah dia sekutukan.’” (H.r. Ibnu Majah, no. 4202 dan lainnya. Dishahihkan oleh al Albani di dalam Shahih Targhib wat Tarhib, no. 31).
Jama’ah Jum’at yang berbahagia,
Demikianlah sedikit khutbah yang kami sampaikan. Semoga dapat mendorong kita untuk giat menuntut ilmu agama, kemudian istiqamah mengamalkannya. Dan semoga kita selalu bertakwa kepada Allah Ta’ala sampai kita menghadap-Nya dalam keadaan Islam.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا
رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَآ أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ , وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Disusun oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim Al-Atsari hafizhahullah (Pengajar Ma’had Ibnu Abbas, Masaran, Sragen dan Anggota Sidang Redaksi Majalah As-Sunnah)

KODE RAHASIA PONSEL

Selama ini kita tidak terlalu memperhatikan berbagai kode rahasia yang dimiliki setiap Ponsel. Mungkin yang ada di pikiran kita hanya Nokia saja yang memiliki kode rahasia, namun ternyata, ponsel lain juga memiliki kode rahasianya sendiri-sendiri dan tentunya, memiliki fungsi yang pasti berbeda.
Kode Rahasia Umum Symbian
*#06# Melihat IMEI
*#0000# Melihat Versi sofware
*#9999# Melihat Versi sofware
*#7370# Soft Reset
Untuk Hard reset: Tekan Tombol hijau, 3 dan * ditekan bersamaan, tekan tombol power. Password standar 12345
*#92702689# Melihat info tanggal perbaikan
Kode Rahasia Umum Java
*#7380# Reset atau Restore Factory Setting Nokia seri 40
*#7370# Reset atau Restore Factory Setting Nokia seri 60
*3370# Untuk restart ponsel Nokia 3310
*#7220# Mengaktifkan GPRS PCCCH
*#3925538# Menghapus Wallet di ponsel Nokia 6610,63101, data Wallet terhapus semua
*#67705646# Menghapus operator logo di ponsel Nokia 3310 & 3330
Operator GSM
Selain kode rahasia yang ada di ponsel, operator GSM juga memiliki kode rahasia untuk layanan yang diberikan pada pelanggan.
Call Diverting/ Call Forward/ Pengalihan Semua
* * 21* NUMBER # [SEND] Mengaktifkan
# # 21 # [SEND] Membatalkan
* # 21 # [SEND] Melihat status
Call Diverting/ Call Forward/ Pengalihan bila tak ada jawaban
* * 61 * NUMBER # [SEND] Mengaktifkan
# # 61 # [SEND] Membatalkan
* # 61 # [SEND] Melihat status
Call Diverting/ Call Forward/ Pengalihan bila dilu-ar jangkauan
* * 62 * NUMBER # [SEND] Mengaktifkan
# # 62 # [SEND] Membatalkan
* # 62 # [SEND] Melihat status
Call Diverting/ Call Forward/ Pengalihan bila sibuk
* * 67 * NUMBER # [SEND] Mengaktifkan
# # 67 # [SEND] Membatalkan
* # 67 # [SEND] Melihat status
# # 002 # [SEND] Membatalkan semua pengali-han
Diverting Data/ Forward Data/ Pengalihan semua data
* * 21 * NUMBER * 25 # [SEND] Mengaktifkan
# # 21 # * 25 [SEND] Membatalkan
* # 21 # * 25 # [SEND] Melihat status
NOKIA
Nokia 9300/ 9500
*#170602112302# Melihat versi software
*3370# Memakai tenaga baterai cadangan
#3370# Menon-aktifkan Enhanced Full Rate Codec ( EFR).
*#4720# Mengaktifkan Half Rate Codec.
#pw+1234567890+l# Melihat status Provider Lock, (tekan * untuk simbol p,w +)
#pw+l 234567890+2# Melihat status Network Lock, (tekan * untuk simbol p,w +)
#pw+1234567890+3# Melihat status Country Lock, (tekan * untuk simbol p,w +)
#pw+1234567890+4# Melihat status SIM ‘Card Lock, (tekan * untuk simbol p,w +)
*#21# Melihat semua panggilan yang dialihkan.
*#2640# Menampilkan Security Code.
#30# Melihat Private Number.
*#73# Reset the Phone Timers.
*#746025625# Menampilkan status SIM Clock.
*#7760# Manufactures code.
*#7780# Restore factory settings
*#92702689* Melihat garansi posnel
(*#WAROANTY#)
Tekan & tahan tombol “Shift + Ctrl + F dan tombol Power Soft Reset
Nokia E60
*#92702689# *#warOanty# Melihat IMEI. Tanggal pembelian, tanggal servis.
*4720# (*hraO#) Mengaktifkan Half Rate
#4720# (#hraO#) Menon-aktifkan Half Rate
*3370# (*efrO#) Mengaktifkan Enhanced Full Rate
#3370* (#efrO#) Menon-aktifkan Enhanced Full Rate
* #746085685* (*#simOclock#) Melihat sta¬tus SIM lock
*#7220# (*#peaO#) Mengaktifkan GPRS dan dukungan Packet Common Control Channel (PCCCH)
*#7230# (*#pcdO#) Menon-aktifkan GPRS dan dukungan Packet common control channel (PCCCH)
*#7760# (*#ssnO#) Melihat nomor seri pabrikasi
*#2820# (*#btaO#) Melihat alamat Bluetooth MAC
*#7370925538# (*#resOwallet#) Reset the Mobile Wallet, data akan hilang semua
Nokia E61
Tahan # Berganti profile dan mode diam.
Tombol fungsi biru + Ctrl Mengaktifkan Bluetooth
Tombol fungsi biru + Chr Mengaktifkan IR
Ctrl + C Copy
Ctrl + X Cut
Ctrl + V Paste
Ctrl + Joystick Down Page Down (turun satu halaman)
Ctrl + Joystick Up Page Up (naik satu halaman)
Shift + Joystick Left or Right Menyorot satu lurus
Shift + Ctrl + Joystick Left or Right Menyorot satu kata
Ctrl + Joystick Left or Right Menggerakkan cursor diantara kata
*#2820# Melihat alamat Bluetooth
*#62209526# Melihat alamat adapter WLAN MAC
*#92702689# Melihat usia ponsel
Nokia E65
*#92702689# *#warOanty# Melihat IMEI. Tanggal pembelian, tanggal servis
*4720# (*hraO#) Mengaktifkan Half Rate
#4720# (#hraO#) Menon-aktifkan Half Rate
*3370# (*efrO#) Mengaktifkan Enhanced Full Rate
#3370# (#efrO#) Menon-aktifkan Enhanced Full Rate
*#746085685# (*#simOclock#) Melihat sta¬tus SIM lock
*#7220# (*#pcaO#) Mengaktifkan Half Rate
*#7230# (*#pcdO#) Menon-aktifkan Half Rate
*#7760# (*#ssnO#) Mengaktifkan Enhanced Full Rate
*#2820# (*#btaO#) Menon-aktifkan Enhanced Full Rate
*#7370925538# (*#resOwallet#) Melihat status SIM lock
Nokia E70
*#btaO# Melihat alamat Bluetooth
*#macOwlan# Melihat alamat adapter WLAN MAC
*#oprOlogo# Menghilangkan logo operator
*#pcaO# Mengaktifkan logo operator
*#pcdO# Menon-aktifkan GPRS dan dukungan Packet common control channel (PCCCH)
*#simOclock# Melihat status SIM clock
*#170602112302# Melihat versi software
*#warOanty# Melihat kode garansi
#pw+1234567890+n#
n = 1
n = 2
n = 3
n = 4 Menampilkan status SIM lock
provider lock
network lock
country lock
SIM lock
Nokia N80
*#92702689* *#warOanty# Melihat IMEI. Tanggal pembelian, tanggal servis
*4720# (*hraO#) Mengaktifkan Half Rate
#4720* (#hraO#) Menon-aktifkan Half Rate
*3370# (*efrO#) Mengaktifkan Enhanced Full Rate
#3370* (#efrO#) Menon-aktifkan Enhanced Full Rate
*#746085685* (*#simOclock#) Melihat sta¬tus SIM lock
*#7220# (*#pcaO#) Mengaktifkan dukungan GPRS dan Packet Common Control Channel (PCCCH)
*#7230#. (*#pcdO#) Menon-aktifkan dukun¬gan GPRS and Packet common control channel (PCCCH)
*#7760# (*#ssnO#) Melihat nomor seri pabrikasi
*#2820# (*#btaO#) Melihat alamat Bluetooth MAC
*#7370925538*. (*#resOwallet#) Reset the Mobile Wallet
..
Nokia N91
*#06# Melihat IMEI.Tanggal pembelian, tanggal servis
*#0000# Menampilkan versi firmware dan tanggal
*#btaO# Melihat alamat Bluetooth MAC
*#oprOlogo# Menghilangkan logo operator
*#pcaO# Mengaktifkan dukungan GPRS PCCCH
*#pcdO# Menon-aktifkan dukungan GPRS PCCCH
*#resOwallet# Reset the mobile wallet
*#simOclock# Menampilkan status SIM clock
*#ssnO# Menampilkan nomor seri pabrikasi
*#warOanty# Menampilkan garansi dan servis
*efrO# Mengaktifkan encoding EFR
#efrO# Menon-aktifkan encoding EFR
*hraO# Mengaktifkan encoding HR
#hraO# Menon-aktifkan encoding HR
#pw+1234567890+n#
n = 1
n = 2
n = 3
n = 4 Menampilkan status SIM lock
provider lock
network lock
country lock
SIM lock
Nokia N93
*#92702689* *#warOanty# Melihat IMEI. Tanggal pembelian, tanggal servis
*4720# (*hraO#) Mengaktifkan Half Rate
#4720#* (#hraO#) Menon-aktifkan Half Rate
*#3370# (*efrO#) Mengaktifkan Enhanced Full Rate
*#746085685* (*#simOclock#) Melihat status SIM lock
*#7220# (*#pcaO#) Mengaktifkan dukungan GPRS dan Packet Common Control Channel (PCCCH)
*#7230# (*#pcdO#) Menon-aktifkan dukung¬an GPRS and Packet common control channel (PCCCH)
*#7760# (*#ssnO#) Melihat nomor seri pabrikasi
*#2820# (*#btaO#) Melihat alamat Bluetooth MAC
*#7370925538# (*#resOwallet#) Reset Mobile Wallet
Nokia N96
*#92702689# Melihat umur ponsel
*#62209526# Alamat Wireless MAC (M A C _ WLAN)
*#2820# Alamat Bluetooth MAC (B T A 0?)
*#7370# Format Soft Reset
*#7780# Factory Reset/ Hard Reset
SAMSUNG
Untuk membuka kode ponsel Samsung, dapat dilakukan dengan cara posisi SIM Card tidak terpasang pada ponsel. Namun kode dibawah ini tidak akan berfungsi pada beberapa versi ponsel Samsung secara keseluruhan.
*#06# Melihat IMEI
*2767*5282# Java reset
*2767*63342# Reset media
*2767*927# Wap reset
*#9998*4357# Help menu
**9998*5282# Setting Java server
*#9999#0# Melihat monitor mode
*#9999# Sofware version
*#8888# Hardware version
*#9998*748# SIM info
*#9998*523* Contrast layar ponsel
*#9998*842* Vibration ON lalu tekan OK
*#9998*289# atau *0289# atau *#0289# Buzzer ON lalu tekan OK
*#9998*782* Menunjukkan tanggal & alarm
*#8999*638# Menunjukkan info network
*#9998*5646* Mengubah logo operator
*#9998*968* Menunjukkan nada untuk alarm
*#3243948# Digital audio interference OFF
*#32436837# Digital audio interperence
*#0001# Menunjukkan serial parameter
*#9998*228# Melihat kapasitas batera
*2767*2878# Custom EEEPROM reset
*2767*3855# Full EEPROM reset
*#9998*585# Non-Volatile Memory (NVM)
*#9998*76# Nomor produksi
*#9998*782# Menunjukkan tanggal dan jam alarm
*#9998*778# or *#9998*0778# or
*#0778# Daftar layanan SIM
*#9998*377# or *#9998*0377# Error log
*#9998*746# or *#9998*0746# or
*#0746# Sim Info
Samsung V200 & V300
*2767*63342# Unlock Code
*2767*3855# Unlock Code
*2767*2878# Unlock Code
*2767*927# Unlock Code
*2767*7822573738# Unlock Code
LG
2945#*# Test mode LG
2945*#01*# Menu rahasia
*#06# IMEI
*#07# IMEI and SW
*8375# Software version (LG B1200):
*6861# Recount cheksum (LG B1200)
*PWR 668 Factory test (B1200):
1945#*5101# Simlock menu (LG B1200)
2945#*5101# Simlock menu (LG 510W, 5200)
2945#*70001# Simlock menu (LG 7020, 7010)
2947#* Simlock menu (LG 500, 600)
BENQ SIEMENS
*#06# Versi software BenQ Siemens, lebih lengkapnya, tekan softkey beberapa kali
*#0001# Menu bahasa Inggris
*#0606# Kode rahasia, lepaskan SIM card lebih dulu
*#0003*(secret code)* Unlock Sim
*#0049# Menu bahasa Jerman
*12022243121 Layar tambahan
BENQ
C30 *#06# Cek IMEI
*#166*# Cek Versi Software C36 *#06# Cek IMEI
*#166*# Cek Versi Software T60 *#06# Cek IMEI
*#66*# Cek Versi Software E72 *#06# Cek IMEI
Mengganti bahasa ke default atau English *#0000# —> dial.
Mengganti bahasa dari English ke Indonesia: *#0062# —> dial.
* melihat kode negara
MOTOROLA
Pada ponsel Motorola terdapat symbol yang cukup aneh untuk fungsi Pause. Symbol [] (Pause) maksudnya tekan tombol * dan tahan hingga muncul tanda []. Masih banyak kode-kode lain yang ada. Jika angka terakhir dengan angka 0 maka kita dapat menon-aktifkan kode tersebut. Nomor tiga digit di bagian tengah dimulai dari angka 0 hingga 999. Kita bisa mengganti frekuensi menjadi 900/1800 den¬gan memasukkan tipe tertentu. Berikut ini langkah-langkahnya.
*#06# Melihat IMEI
Tekan bersamaan * 7 Kode untuk membuka tombol
[] [] [] 0 0 8 [] 1 [] Memilih line telepon – (gunakan untuk menulis sesuatu di bawah nama provider
[] [] [] 1 0 5 [] 1 [] Menambahkan phonebook di menu utama
[] [] [] 1 0 7 [] 1 [] Menambahkan pesan di menu utama
[] [] [] 1 0 8 [] 1 [] Copy memory SIM (menu phonebook)
[] [] [] 1 1 3 [] 1 [] Pilihan teknis (menu utama)
[] [] [] 1 0 1 [] 1 [] Slow (Frequency menu pen-cari)
[] [] [] 1 0 2 [] 1 [] Medium (Frequency menu pencari)
[] [] [] 1 0 3 [] 1 [] Fast (Frequency menu pen¬cari)
[] [] [] 1 1 9 [] 1 [] Mengaktifkan EFR
[] [] [] 0 0 4 [] 1 [] Mengganti Pin
[] [] [] 0 0 5 [] 1 [] Membuka blok menggu-nakan nomor PUK
Ponsel China
Seperti halnya ponsel branding, ponsel China juga memiliki kode rahasia untuk mengakses menu-menu rahasia. Ponsel China ini memiliki fitur seperti layar sentuh, dual kamera, dual sirh, dual baterai, dual charger dan fitur-fitur lainnya. Sebagian besar ponsel China memiliki software dan fitur yang sama, namun tampilannya saja yang terlihat berbeda.
1122, 3344, 1234, 5678 Kode default user
*#110*01# Mode teknis
*#987# Mode pabrik Factory mode
*#110*01# -> Device -> Set UART -> PS Config -> UART1/115200 Mengaktifkan port COM
*#987*99# Restore factory settings
*#369# Mengatur LCD contrast
*#800# software version
*#900# software version
*#0000# Send Mengatur bahasa standard
*#0044# Send Mengatur bahasa Inggris
*#001# Send Mengatur bahasa Inggris (firmware baru)
*#0086#, *#0886# Mengganti ke bahasa China
*#0084#, *#0966# Mengganti ke bahasa Vietnam

Amalan Doa Rabu Terakhir di Bulan Shafar

Imam Fariduddin Syakar Kan dalam kitab Awrad al-Khawajah Mughniddin, seperti yang disebutkan pula dalam kitab Al-Jawahir al-Khams, mengatakan Asy-Syaikh Al-Buni di dalam kitab Al-Firdaus menyebutkan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan bala pada hari Rabu terakhir bulan Shafar antara langit dan bumi.Lalu diterima oleh Malaikat Quthbul Gauts yang menyebarkannya ke penjuru alam. Apapun yang terjadi berupa kematia, bala atau musibah itu adalah yang disebarkan oleh Quthbul-Gauts.
Karena itu, barang siapa ingin selamat dari semua bala dan musibah itu hendaklah melakukan shalat 6 rakaat. Pada rakaat ke-1 membaca surat Al-Fatihah dan ayat Kursi, dan rakaat ke-2 membaca surat Al-Ikhlas, demikian seterusnya. Setelah usai melakukan shalat, bershalawat kepada Nabi SAW dengan Shalawat apapun dan membaca doa berikut ini :
Seorang ulama shalihin juga menyebutkan bahwa hari rabu terakhir bulan Shafar merupakan Yaumu nahsin Mustamirr (hari yang penuh dengan bala), maka disunnahkan pada hari itu membaca surah Ya-Sin, dan ketika sampai pada bacaan “salamun qowlam-mirrabbirrahim” hendaklah mengulang2nya sebanyak 313X. Setelah selesai membaca surah, hendaklah membaca doa berikut :

(Sumber : Majalah Alkisah Edisi 02/2010